Your browser does not support JavaScript!

Mengapa Pelayanan Kesehatan Perlu Terhubung?

Pernahkah Anda kesulitan mengakses rekam medis pribadi hingga harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan layanan dokter di rumah sakit? Hal seperti ini adalah contoh kecil dari sekian permasalahan yang ada terkait pelayanan kesehatan rumah sakit dan dokter di Indonesia.

Mari tengok negara tetangga seperti Singapura. Bukan negara besar namun berbagai rumah sakit di sana sering dijadikan rujukan berobat internasional, termasuk oleh pasien-pasien asal Indonesia. Selain memiliki tenaga medis yang mumpuni, ternyata ada yang menarik dengan layanan fasilitas kesehatan di sana.

Sejak tahun 2011, National Electronic Health Record (NEHR) gencar dipublikasikan di fasilitas kesehatan umum dan swasta di seluruh Singapura untuk mendukung “Satu Pasien, Satu Catatan Medis”. Sistem data elektronik ini dimiliki oleh Ministry of Health (MOH) dan dikelola oleh Integrated Health Information System (IHiS). Pemerintah Singapura pun mewajibkan seluruh institusi kesehatan di Singapura untuk memasukkan rekam medis pasien ke data pusat yang bisa diakses oleh semua dokter dan seluruh tenaga medis. 

Ketika rekam medis bisa diakses dengan mudah oleh seluruh tenaga medis profesional, tentu saja ini akan memudahkan pasien dalam berobat. Pasien tidak perlu mengulang pemeriksaan bila harus dirujuk atau pindah rumah sakit. Dokter pun tidak perlu lama menunggu hasil rekam medis pasien keluar. Dengan begini, pelayanan kesehatan jadi lebih akurat dan hemat waktu.

Bagaimana dengan pelayanan kesehatan di Indonesia? Sebenarnya untuk kualitas para dokter dan tenaga medis lainnya di Indonesia tidak lebih buruk dari negara-negara maju, namun pelayanannya saja yang belum terhubung atau bergerak sendiri-sendiri. Kondisi seperti ini tentu saja akan merugikan banyak pihak, namun utamanya pasien.

Melalui salah satu akun media sosialnya, seorang pasien bernama Muhammad Chalid pun menceritakan pengalaman berobatnya yang kurang menyenangkan akibat pelayanan rumah sakit yang belum terhubung. Karena suatu penyakit yang dialaminya, ia harus selalu membawa berkas yang berisi riwayat kesehatan, pemakaian obat, dan hasil laboraturium ke mana pun guna mengantisipasi apabila penyakitnya mendadak kambuh

Membawa setumpuk berkas rekam medis saja sesungguhnya sudah merepotkan pasien, namun ternyata ada hal yang lebih tidak menyenangkan. Informasi terkait kesehatan pasien yang tidak terhubung ini rupanya juga menyulitkan para dokter. 

Suatu hari, Chalid dilarikan ke rumah sakit A akibat mendadak pingsan. Setelah melihat rekam medis yang dibawanya, entah mengapa rumah sakit tersebut malah memindahkan Chalid ke rumah sakit B. Dalam melakukan penanganan, dokter dari rumah sakit B biasa berdiskusi dengan dokter dari rumah sakit C. Sayangnya, beberapa fasilitas kesehatan memiliki kebijakan untuk melakukan pemeriksaan ulang ketimbang menggunakan rekam medis yang sudah dibawa oleh pasien. Ketika berada di titik kebingungan, Chalid pun dikembalikan lagi ke rumah sakit A. Pengalaman seperti ini pun ia alami lebih dari satu kali.

Seandainya pelayanan kesehatan sudah terhubung, minimal Chalid tidak perlu ribet lagi membawa rekam medisnya ke mana pun. Dari pihak tenaga medis, mereka pun jadi lebih mudah berkoordinasi satu sama lain hingga dapat menerima rekam medis pasien yang akurat.

Harus diakui bahwa penggunaan media digital oleh pengelola industri kesehatan di Indonesia masih belum maksimal. Padahal, terhubungnya informasi kesehatan melalui platform digital dapat menjadi jawaban atas berbagai permasalahan pelayanan kesehatan yang ada saat ini. Dengan sistem informasi yang terhubung, data pun bisa diakses oleh banyak pihak, seperti dokter, petugas administrasi, bahkan pasien. 

Bayangkan jika sebuah fasilitas kesehatan sudah memiliki sistem informasi yang terhubung. Maka segala sesuatunya pun jadi lebih terorganisasi. Baik dokter maupun pasien, keduanya dapat mengakses satu aplikasi yang sama untuk mendapatkan informasi akurat terkait layanan kesehatan, misalnya rekam medis pasien, jadwal praktik dokter, reminder untuk check up, dan sebagainya.

Dengan biaya pengobatan yang tidak murah, sudah seharusnya seluruh pelaku industri kesehatan, mulai dari pemerintah, perusahaan healthtech, hingga fasilitas kesehatan membuka diri dan mulai berkolaborasi untuk membangun sistem informasi kesehatan digital yang terhubung. 

Anda siap?

Anda pengelola rumah sakit?

Kami siap menjadi mitra teknologi rumah sakit Anda

Selengkapnya

Anda pengelola klinik?

Kami memiliki solusi mengelola klinik yang lebih baik

Selengkapnya