Your browser does not support JavaScript!

Sulitkah Memenuhi Harapan Masyarakat Terhadap Pelayanan Faskes?

Meski bersifat subjektif, namun puas atau tidaknya pasien terhadap pelayanan kesehatan perlu diperhatikan dengan seksama oleh pihak fasilitas kesehatan (faskes). Bila diabaikan, ini dapat memengaruhi image dari faskes tersebut. Sayangnya, selalu saja ada gap antara pelayanan rumah sakit yang diberikan dan ekspektasi pasien. Untuk itu, Anda perlu menghilangkan atau setidaknya meminimalisasi gap tersebut.

Ekspektasi pasien terhadap transparansi dalam pelayanan di sebuah faskes menjadi sangat penting. Ini akan berkaitan dengan kepuasan mereka setelah melakukan pemeriksaan atau pengobatan. Apakah faskes tersebut telah atau belum memenuhi harapan pasien? Kepuasan ini akan selalu tertanam dalam ingatan pasien, sehingga memengaruhi proses pengambilan keputusan, apakah akan kembali lagi menggunakan jasa faskes tersebut atau tidak.

Memahami kebutuhan dan keinginan pasien adalah hal penting yang memengaruhi kepuasan pasien. Pasien yang puas sesungguhnya merupakan aset  berharga bagi sebuah faskes, karena mereka akan terus memakai jasa faskes tersebut di kemudian hari bahkan mempromosikannya kepada orang lain. Sebaliknya, jika pasien merasa tidak puas mereka dapat memberitahukan dua kali lebih hebat kepada orang lain tentang pengalaman buruknya.

Salah satu masalah klasik yang selalu terjadi adalah antrean. Walaupun sebenarnya jika dikelola dengan benar, antre bukan masalah besar. Biasanya, antre terjadi karena pasien tidak tahu kapan waktu yang tepat datang ke faskes, sehingga datang ke faskes terlalu cepat dan menunggu lama.

Hal ini tidak akan terjadi jika faskes menerapkan pelayanan digital dalam setiap lini pelayanannya, tanpa terkecuali. Mulai dari pendaftaran, penjadwalan, pemeriksaan, pengambilan obat, hingga konsultasi.

Salah satu harapan pasien terhadap pelayanan faskes diutarakan oleh Irene, seorang ibu rumah tangga di bilangan Jakarta Barat. Ia mengharapkan adanya sistem atau aplikasi yang dapat mengatur jadwal pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter secara mudah. “Aku jadi bisa tahu ketersediaan dokter dan bisa booking  di mana pun dan kapan pun aku berada,” ucapnya. Selain itu Irene juga menyoroti rekam medis yang seharusnya dibuat secara digital agar dapat dibaca kembali dengan mudah di rumah.

Di saat semua bidang bersentuhan dengan digital, sudah semestinya faskes juga untuk ikut beradaptasi di dalamnya. Apalagi dengan fakta pengguna smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 100 juta jiwa, tentu ini kesempatan besar bagi faskes untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan kualitas pelayanannya.

Melalui teknologi digital, layanan faskes khususnya dalam proses booking bisa dikonfirmasi saat

itu juga. Selain itu transparansi juga dapat terbentuk dengan sendirinya, karena pasien dan dokter dapat sama-sama terhubung melalui sistem atau aplikasi.

Medigo memiliki misi untuk mendorong tumbuhnya ekosistem layanan kesehatan yang lebih baik melalui teknologi digital. Medigo percaya bahwa teknologi digital dapat menjembatani berbagai permasalahan mendasar di industri kesehatan Indonesia. Medigo dengan senang hati memposisikan diri sebagai mitra bagi faskes, baik itu rumah sakit maupun klinik dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada pasien. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang Medigo, Anda bisa berkorespondensi dengan kami di sini.

 

Anda pengelola rumah sakit?

Kami siap menjadi mitra teknologi rumah sakit Anda

Selengkapnya

Anda pengelola klinik?

Kami memiliki solusi mengelola klinik yang lebih baik

Selengkapnya